Bab 460
Hati Baron bergetar hebat.
Dia melihat Arman.
Melihat tatapan Arman yang dingin dan dalam.
Dia yakin Arman benar-benar akan menyerangnya, seperti lima hari yang lalu!
Dia tahu dia tidak bisa mengalahkan Arman.
Namun, saat ini dia tidak mau dipermalukan, dia hanya bisa tertawa sinis. "Bocah, kamu sangat pandai berpura-pura, ya?"
"Tapi memang begitu, kalau kamu nggak pandai berpura-pura, Nona Marsha nggak akan tertipu olehmu dan memilihmu jadi perwakilan Kota Setala ini!"
"Jadi, kamu cuma bisa bicara omong kosong?"
Arman berjalan maju dengan ekspresi wajahnya yang dingin.
"Apa yang mau kamu lakukan!"
Baron dengan cepat mundur, dan dengan keras berteriak.
"Kamu takut?"
Arman mengangkat alisnya dengan lembut.
Mata Baron bergerak-gerak, dan cibiran di matanya menjadi semakin kuat. "Takut? Aku cuma takut kamu mati dengan cara yang tidak cukup mengerikan!"
"Aku telah menyampaikan pesanmu kepada Tuan Muda Adrian dengan tepat dan tanpa ada yang terlewatkan."
"Dia sangat mengagumi keberanianmu!"

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link