Bab 504
"Welda, aku ... "
Sergio mengepalkan tinjunya erat-erat dan matanya berkedip-kedip.
Wanita cantik bernama Welda itu adalah istri Sergio saat ini.
"Kak Sergio, aku tahu kamu kesulitan ... "
Welda berbisik padanya.
Matanya yang lembut menatap Sergio.
Pandangannya terus membujuknya.
"Aku mengerti ... "
Sergio menggertakkan giginya.
Dengan tatapan Welda yang berulang kali membujuknya, akhirnya dia menyerah untuk bertindak.
Namun, kepala keluarga Lambardi ini benar-benar pengecut.
Putranya sendiri berada dalam bahaya, tetapi dia hanya bisa diam saja!
Seperti lima belas tahun yang lalu!
Namun, saat ini Cassia yang berada di dalam ruangan tidak bisa menahan diri. Dia pun berkata, "Paman Saiful, bukankah mengerahkan pasukan militer dari medan tempur untuk menghadapi orang biasa seperti Arman agak nggak pantas?"
Akhirnya, dia tidak bisa menahan diri dan bangkit dari kursinya.
Semua mata tertuju pada Cassia saat ini. Mereka segera mengenalinya sebagai Cassia dari medan tempur Kota Auran.
Cassia

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link