Bab 516
Arman terkejut.
Ternyata Yanto belum mengetahui tentang hal ini.
"Begini, Pak Yanto … "
Sambil mengambil napas dalam-dalam, Arman menceritakan kronologi kejadian kepada Yanto.
"Ini konyol."
Ketika Yanto mendengar kronologi, dia berkata dengan tatapan marah, "Dasar anak berengsek, dia berani melakukan hal semacam itu pada putriku!"
Yanto menyesal karena tidak menghajar Adrian.
"Tenang saja, Pak Yanto. Aku akan buat Adrian membayar berkali-kali lipat atas semua yang dia lakukan terhadap Marsha."
Melihat kemarahan Yanto, sorot mata Arman berubah dingin.
"Nak, kamu baik sekali."
Sambil menghela napas, Yanto menatap Arman dengan lembut. "Nak, kalau tidak keberatan, mulai sekarang panggil aku Paman Yanto saja. Panggilan Pak Yanto terlalu formal."
"Paman Yanto."
Arman langsung mengganti panggilan.
"Hahaha, baiklah. Mulai sekarang Paman juga panggil kamu Arman, ya."
Yanto menepuk bahu Arman, lalu melihat ke arah Marsha.
Setelah berkata demikian, Yanto menyadari ada bekas lebam di pipi sebelah

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link