Bab 599
"Benar!"
Saat Arman melihat Cassia yang tampak khawatir itu, dia pun berkata dengan yakin.
"Bagaimana kalau tumbuh bulu?"
"Uhm ... Kalau begitu, nanti akan kukasih kamu krim penghilang bulu?"
"Kamu bohong, 'kan!" Cassia langsung kesal.
"Bu Cassia, aku nggak bohong, aku berani jamin!"
Arman tersenyum getir sambil menggelengkan kepala.
"Baiklah, aku akan percaya padamu kali ini."
Cassia menggigit bibirnya, kemudian dengan malu-malu menatap Arman. "Eh ... kamu hadap sana dulu, aku mau mencobanya."
"Mencobanya sekarang?"
Arman agak terkejut.
"Ya."
Cassia mengangguk, lalu menatap Arman dengan tegas. "Kalau aku tahu kamu bohong, akan kuberi pelajaran!"
"Eh ... "
Arman mengangkat sudut bibirnya.
Namun, dia sangat yakin dengan produknya.
Dia berbalik membelakangi Cassia.
Cassia juga sama membelakangi Arman.
Dia menggulung bajunya ke atas, menampakkan perutnya yang rata.
Karena latihan rutin, perut Cassia tidak memiliki lemak sedikit pun, kulitnya halus dan lembut, bahkan memiliki garis perut y

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link