Webfic
Buksan ang Webfix app para sa higit pang kahanga-hangang content

Bab 715

"Eh ... " Arman langsung merasa gugup begitu melihat senyuman berbahaya yang muncul di sudut bibir Marsha. Awalnya dia bermaksud agar Marsha tidak membeli durian, tetapi dia tidak menyangka akan disalahartikan seperti ini ... "Marsha, maksudku bukan itu. Bagaimana mungkin aku menganggapmu jelek!" Arman segera membela dirinya. Marsha melihat ekspresi panik Arman. Sudut bibir Marsha yang melengkung menjadi makin jelas. Dia sebenarnya hanya bercanda dengan Arman, tetapi siapa yang menyangka jika orang ini justru bertingkah sangat menjengkelkan! "Jadi, menurutmu aku ini jelek?" Marsha menatap Arman sambil menyunggingkan senyuman di wajahnya. "Nggak! Tuhan pun tahu aku nggak pernah sekali pun berpikir seperti itu!" Pada saat ini, Arman berharap dia bisa mengangkat tangan dan kakinya untuk bersumpah. "Aku cuma bilang nggak suka, tapi kenapa kamu malah mengira aku menyinggung penampilanmu?" Senyuman Marsha makin lebar. "Kalian, para pria, memang cuma memperhatikan penampilan saja. Kalian semu

Naka-lock na chapters

I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content

I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.