Bab 768
"Nggak apa-apa ... mungkin cuma perasaanku saja," jawab Sofia sambil menggelengkan kepalanya.
"Perasaan? Apa yang kamu rasakan?"
Arman terkejut mendengarnya.
"Bukan apa-apa ... ayo pergi, Arman."
Sofia tersenyum tipis.
"Beneran?"
Arman masih merasa ada yang sedang dipikirkan oleh Sofia.
"Beneran."
Sofia mengangguk untuk meyakinkannya.
"Oke, deh. Ayo kita pergi."
Arman juga tidak terlalu memikirkannya.
...
Satu jam kemudian.
Arman membawa Sofia ke Vila Serenity.
Saat ini, langit sudah mulai gelap.
Namun, Vila Serenity masih tampak ramai.
Saat Sofia melihat pemandangan yang bagaikan di negeri dongeng ini, wajahnya hampir menempel pada jendela mobil.
"Arman, kamu tinggal di sini, ya?" tanya Sofia yang tampak takjub.
"Ya."
Arman mengangguk.
"Rumah di sini pasti mahal, ya?"
Sofia menarik napas dalam-dalam.
Meskipun dia tidak tahu harga Vila Serenity, di tempat seperti Kota Yardan yang harga tanahnya selangit, rupanya masih ada vila besar yang dibangun di pusat kotanya.
Lingkungan di dalam

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link