Bab 86
"Jangan pedulikan, kita lanjutkan ... "
Namun, Gisel terus menghubunginya, ponsel berbunyi tanpa henti.
Mungkin dia menghubungimu karena ada masalah penting.
Saskia berkata sambil tersenyum samar.
Di bawah tatapan dingin Saskia, Johan tampak gelisah. Akhirnya, pria itu mengangkat telepon itu.
"Mau apa kamu ... "
Namun, entah apa yang dikatakan si penelepon, wajah Johan seketika berubah drastis.
"Baik, aku mengerti."
Setelah menutup telepon, Johan berdiri, merapikan jasnya.
Saskia, sepertinya hari ini aku nggak bisa terus menemanimu. Ada urusan mendesak yang harus segera kuurus.
"Oh? Ada hubungannya dengan Gisel?"
Saskia ikut berdiri, lalu menatap Johan. "Ada urusan apa sampai kamu harus pergi? Bukankah kamu bilang sudah nggak berhubungan lagi dengan Gisel?"
Johan menarik napas dalam-dalam. "Saskia, tunggulah aku di sini. Aku hanya perlu menyelesaikan beberapa urusan pribadi, sebentar lagi aku kembali. Percayalah, hatiku tetap milikmu."
Lagi-lagi memberikan rayuan lama untuk mengelabuin

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link