Bab 99
Di Vila saat ini.
Saskia keluar dari kamar mandi dan melihat kedua pria itu duduk di sofa dengan wajah muram.
Johan pertama kali membuka suara. "Saskia, kalau ada isi kontrak yang kamu nggak suka, kamu bisa mengatakannya, kapan saja kamu bisa cari aku di perusahaan."
"Omong-omong, dua hari lagi ada perjamuan bisnis, aku mau mengundangmu menjadi pendampingku. Nanti aku akan memperkenalkanmu kepada beberapa tokoh besar di bidang ini."
Meskipun pria itu bilang mengundang.
Namun, yang ditangkap Saskia adalah pria itu ingin memanfaatkan kerja sama ini untuk mengancamnya.
Namun, Saskia tidak membongkarnya.
Demi surat kontrak, Saskia rela dipermalukan.
Saskia setuju.
"Baiklah, selama kerja sama dapat berjalan lancar, pergi sekali juga nggak masalah."
Saat mendengar itu, sikap Mason menjadi dingin.
Sebaliknya, Johan merasa gembira, bahkan dia tersenyum lebar karena merasa dirinya menang.
"Lihat sendiri 'kan, Mason? Bagaimanapun juga, Saskia selalu memihakku. Dia masih belum bisa melupakanku,"

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link