Webfic
Buksan ang Webfix app para sa higit pang kahanga-hangang content

Bab 40

Cindy terus meluapkan keluh kesahnya. "Aku juga percaya takdir, tapi setelah bertemu denganmu, rasanya langit sengaja mempermainkanku. Julian itu lelaki playboy, sementara kamu si bodoh yang nggak peka. Huhu ... kenapa nasibku begitu buruk?" Wajah Felix sontak canggung. Cindy terus melampiaskan emosi. "Sekarang kita bicarakan kamu. Bodoh, polos dan nggak peka terhadap perasaan, serta nggak tahu cara bersikap, seharian hanya mengenakan pakaian tiruan dan berkeliling dengan percaya diri, bahkan nggak bisa minum, benar-benar seperti orang kampung!" Felix sangat tidak berdaya, tapi dia tidak membantah. Setelah meluapkan emosinya, Cindy kembali menyalahkan diri sendiri. "Aku memujimu di depan teman-temanku, tapi sekarang aku nggak berani mengajakmu keluar, karena aku takut mereka akan menertawakanku." Wajah Felix berubah suram, "Kalau begitu, untuk apa kamu masih mencariku?" Cindy bergumam pelan. "Kenapa? Aku sudah bosan dengan para playboy itu. Sekali-sekali ganti selera, memangnya nggak b

Naka-lock na chapters

I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content

I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.