Bab 8
Di tirai putih itu terlihat bayangan dua orang.
Jendelanya terbuka, dan tirai yang sudah basah karena hujan tertiup angin.
Jantungku terasa seperti mau berhenti.
Aku terus berkata dalam hati bahwa itu tidak mungkin.
Tapi tanpa ragu, aku langsung mendorong pintu tempat itu.
Saat aku masuk, semua orang langsung berhenti bergerak.
Semua mata tertuju pada tubuhku yang kotor, pakaian yang robek dan basah, serta rambutku yang kusut dan menempel di wajah.
Tanpa perlu berpikir pun aku tahu ...
Sekarang aku pasti terlihat seperti hantu.
"Siapa dia?"
"Kenapa orang seperti itu bisa masuk ke sini?"
"Bau sekali tubuhnya."
"Cepat usir dia!"
Orang-orang berteriak tanpa sedikit pun rasa kasihan. Tatapan jijik mereka seperti membakar kulitku.
Mereka mendesak agar aku segera diusir keluar, seperti tikus dari selokan.
Seseorang mencoba menarikku keluar.
Entah dari mana datangnya tenaga itu, aku berhasil melepaskan diri dan berjalan langsung ke lantai atas.
"Berhenti! Itu area kamar tamu!"
Begitu aku me

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link