Bab 7
Hari itu, Divisi Desain 1 kami punya sebuah rancangan yang harus dikirim ke Divisi Pemasaran.
Divisi Pemasaran, Divisi Desain 2, dan kantor direktur utama semuanya berada di gedung yang sama.
Kebetulan aku sudah janji dengan Johan, setelah pulang kerja kami akan makan di rumah orang tua kami, jadi aku sekalian mengantarkan rancangan itu.
Tak disangka, saat menunggu lift, aku bertemu dengan Raka.
"Mella!"
Di tengah kerumunan yang padat, dia memanggil namaku dengan hampir menggeram.
Aku menoleh dan sedikit terkejut.
Selama bertahun-tahun, dia selalu tampan dan terlihat rapi serta dingin.
Namun kini dia tampak kelelahan.
Lingkaran hitam di bawah matanya seolah menunjukkan dia kurang tidur.
Sebelum sempat berpikir, dia sudah menarikku ke lorong tangga.
Dia menahanku di dinding dengan kedua tangannya, menatapku tanpa berkedip.
Napasnya yang berat hampir menyentuh tubuhku, dan matanya menyimpan kemarahan serta emosi lain yang tidak bisa kuartikan.
Jarak sedekat itu membuatku tidak nyaman.
Ak

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link