Bab 27
Adelindra tidak percaya, bibirnya gemetar, "Alestan... Alestan Herdiana?"
Alestan mengangguk sambil tersenyum, "Ibu Mertua, lama nggak bertemu."
Apakah bisa disebut lama tidak bertemu?
Adelindra berpikir saksama, terakhir kali bertemu mungkin sekitar 20 tahun yang lalu.
Saat itu, Alestan baru berusia tujuh tahun.
Wajahnya yang polos justru memancarkan kesan kedewasaan yang sulit dijelaskan.
Meski masih anak-anak, ia sudah mengenakan setelan rapi, duduk di meja makan dengan tenang, tanpa bercanda, dan tampak tidak tertarik pada makanan maupun minuman.
Hanya matanya yang menatap tajam ke arah Nayara.
Meski duduk terpisah beberapa orang, dia bertanya, "Siapa namamu? Berapa usiamu tahun ini?"
Gayanya seperti memeriksa identitas membuat para orang dewasa di meja tertawa terbahak-bahak.
Nayara yang imut menatap dengan mata bulat, "Aku Rara, umurku enam tahun!"
Setelah itu, dia mengulurkan telapak tangannya.
Telapak tangannya gemuk dengan lima jari. Alestan yang berambut rapi mengernyit. "Itu

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link