Bab 51
Alestan berdiri di bawah hujan, air membuat rambutnya yang semula mengembang menjadi basah. Meski begitu, pesonanya tetap tidak tertutupi.
Tetesan air dari rambutnya menuruni tulang pipinya, akhirnya lenyap ke dalam kemeja putihnya.
Tatapannya masih membawa arogansi seorang penguasa, "Pertama, aku nggak peduli kamu siapa, aku punya cara membungkammu. Kedua, kamu ini Elric, atau ...."
Kalimat itu terputus.
Hari ini, lingkaran pergaulan mendadak ramai membicarakan kalau Elvano belum mati, yang mati itu Elric.
Meski rumor itu terdengar konyol, tetap saja ada dasar di baliknya.
Alestan menyipitkan mata, mengamati pria di hadapannya. Dengan pemahamannya terhadap Elvano, sembilan puluh sembilan persen pria ini memang Elvano.
Bagaimanapun juga, Elric tidak akan mencari masalah di malam hujan petir seperti ini.
Juga tidak akan peduli siapa yang akan dinikahi Nayara.
Pikiran itu membuat dahi Alestan berkerut, ada sedikit ketegangan yang merayap di hatinya.
Mungkin malam gelap ini membuat Elvano

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link