Webfic
Buksan ang Webfix app para sa higit pang kahanga-hangang content

Bab 72

Namun bagi Alestan, panggilan itu terdengar seperti Nayara sedang merasa bersalah. Jelas saja dia selalu memanggilnya Pak Alestan, tetapi sekarang malah langsung memanggil dengan nama di saat seperti ini. Alestan menatap menu dan berkata, "Apa pun boleh." Nayara tertegun sejenak, lalu bertanya, "Ada pantangan makanan?" Hati Alestan dipenuhi kasih sayang begitu melihat sikap hati-hati wanita itu. Karena Nayara tidak bisa berbicara terus terang, dia akan memancingnya untuk berbicara. "Nayara, nggak masalah mau makan apa saja. Ada yang ingin kamu katakan padaku?" Sekalipun sudah siap sepenuhnya, hati Alestan masih terasa sakit saat melihat raut wajah ragu Nayara. Saat ini Alestan masih harus menghibur kalau semuanya baik-baik saja dan bisa langsung mengatakan apa yang ingin dikatakan. Demi menghibur Nayara, dia bahkan mengangkat bibir tipisnya membentuk senyuman. "Nggak apa-apa, Nayara, kamu bebas mengatakan apa pun." Nayara bingung. Mungkinkah Alestan sudah tahu dia ingin meminta bantuan

Naka-lock na chapters

I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content

I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.