Bab 81
"Apa nggak tahu malu? Nayara! Dia suamiku, kenapa kamu bisa santai begitu saja?"
Melihat Serena marah-marah, Nayara tersenyum tipis.
Baru sampai di sini saja?
Sudah tidak tahan?
Nayara sepertinya menemukan cara untuk membalas Serena, membalasnya dengan cara yang sama.
Dia meniru gaya Serena, berpura-pura dengan hati terluka menatap Elvano. "Aku cuma bilang kalau kamu mengantarku, aku akan lebih tenang, kenapa Serena bilang diriku nggak tahu malu?"
Nada bicaranya, yang penuh kepura-puraan.
Elvano menatap tajam ke arah Serena. "Jangan ribut lagi, Serena, sudah larut, cepatlah istirahat. Aku hanya mengantarkan Nayara sebentar, jangan dibuat seolah-olah dunia akan hancur."
Serena marah sampai matanya merah, ingin sekali merobek Nayara.
Nayara ini, sejak kapan bisa bersikap lemah lembut seperti ini?
Berani berpura-pura lemah, memprovokasi hubungan antara dia dan Elvano!
Serena benar-benar tidak bisa menahan amarah. Dia merasa, dalam persaingan dengan Nayara, dia tidak pernah kalah.
Terlebih

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link