Bab 82 Pemeriksaan Area Privat Harus Ditemani
Di ruang istirahat, Anggita terbaring di tempat tidur.
Lily mengenakan sarung tangan medis sekali pakai, bersiap memeriksanya. Saat menoleh, dia melihat James masih berdiri di sana dan mengerutkan keningnya, "Tuan James belum juga keluar?"
James tertegun, baru tersadar kemudian menjawab, "Kakak iparku takut sakit, jadi aku menemaninya."
Mata Lily berkilat, "Hubungan Tuan James dan Kakak Ipar sangat baik, ya. Pemeriksaan area privat juga harus ditemani?"
Mendengar ini, James segera membalikkan badan, "Maaf, aku nggak tahu harus periksa itu juga"
Setelah berkata demikian, dia berbalik dan keluar dari ruang istirahat, menunggu di luar.
Kebetulan melihat Adele dan Nando sedang mengobrol tidak jauh dari sana, raut wajahnya langsung berubah dingin dan mendekat.
Adele masih menjelaskan perkataan Madeline sebelumnya, "Bibi Ketiga hanya bercanda, jangan ditanggapi serius."
"Bibi Ketiga?"
Mendengar panggilan ini, senyuman di mata Nando sirna.
Adele berkata, "Dia bilang hubunganmu dengan Carman b

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link