Bab 1404
Jens benci kalau pamannya mengasingkan Robbie yang malang untuk membantunya. Dia segera kehilangan kesabaran dan memarahi Zayne.
"Masalahku bukan urusanmu."
“Kenapa kau begitu tersinggung? Paman hanya membantumu karena sepertinya kau tidak bisa mengalahkannya."
“Omong kosong, kenapa aku tidak bisa mengalahkannya?” Jenson tidak mengaku kalah.
Zayne berkata, "Yah, tampaknya pakaianmu lebih robek daripada miliknya."
Jenson menjawab, "Itu bukan cara yang tepat untuk menilai hasilnya. Pemenang harus menjatuhkan lawannya ke tanah terlebih dahulu."
Zayne dan Josephine saling memandang dengan cemas.
“Bukankah ini berarti ini tidak akan ada habisnya?”
Apa ini baik-baik saja?
Tepat ketika Zayne dan Josephine bingung, Angeline datang berkunjung.
Josephine memandang Angeline yang datang dari kejauhan dan mulai melambai.
“Kak Angeline.”
Jenson dan Robbie, yang telah bertarung dengan ganas, tiba-tiba saling pandang diam-diam. Kemudian mereka dengan patuh duduk di sofa lusuh.
Zayne tercengang.
“S

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link