Bab 1816
Boye dan Kakek langsung mengerti.
"Pantas saja."
Angeline dengan bangga berkata, “Jaybie tidak punya waktu untuk mengawasiku akhir-akhir ini. Haha, jadi aku bisa datang ke Taman Riang setiap hari untuk memakan makananmu.”
Kakek memutar matanya ke arah Angeline dan berkata, “Sungguh angan-angan. Karena kau datang ke Taman Riang hari ini, kau tidak akan bisa datang besok. Aku berani bertaruh Jaybie-mu tidak akan membiarkanmu hilang dari pandangannya besok.”
Angeline berkata, “Aku harus hidup hari ini seolah-olah ini adalah hari terakhirku. Mari kita khawatir tentang hal-hal lain besok.”
Boye dan Kakek tertawa kecil ketika mendengar jawaban Angeline.
Boy menghela napas.
"Kau gadis lancang."
Angeline memeluk Nenek Boye dan mencium pipinya.
“Nenek, bagaimana kabar Chloe?”
Boye berkata, "Pergi dan temuilah dia."
Angeline menaiki tangga. Langkah awalnya yang cepat menjadi lebih serius dan lebih lambat.
Kakek dan Boye saling berpandangan. Kakek berkata, “Lihat bagaimana Chloe telah menakuti

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link