Bab 19
Dario mendengarkan sambil tertawa kecil, di matanya terselip semburat dingin.
"Ada urusan? Urusan apa? Pergi kencan dengan teman ini? Elyra, jangan lupa, aku belum menyetujui putus!"
Wajah Elyra pun meredup, tetapi sorot matanya masih menyimpan kekerasan hati.
"Haruskah kamu membuat semuanya sampai tak bisa dibereskan? Dario, apa nggak bisa berpisah baik-baik?"
Dario sudah mengenalnya sepuluh tahun, dan ini pertama kalinya dia melihat gadis itu semarah ini. Sesaat Dario merasa gelisah.
Namun dalam hubungan ini, Dario sudah terbiasa berada di posisi dominan yang mengendalikan segalanya, sehingga pada momen konfrontasi seperti ini, dari lubuk hatinya dia tak ingin mengalah atau menunjukkan kelemahan.
Emosi gelisah yang tertekan selama ini pun pada saat ini meluap, siap meledak, bergejolak.
"Nggak bisa! Aku sudah bilang, kamu hanya boleh menjadi milikku seorang!"
Elyra sudah menyadari bahwa saat ini pria ini telah masuk ke dalam keadaan keras kepala dan tak bisa lagi diajak berkomunikasi

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link