Bab 106 Sudah Lama Tidak Melakukannya
Ada dua wanita yang berjalan ke arah sini sambil berbincang.
Hardy memeluk Susan dan tanpa berkata apa-apa, dia masuk ke bilik toilet, duduk di atas kloset dengan Susan di atas pangkuannya.
Selama mereka berjalan itu, tanpa sadar Susan sudah mengeluarkan suara rintihan.
Di luar bilik toilet.
Salah satu wanita bertanya, "Eh, tadi kamu dengar suara, nggak? Kayak suara wanita, lagi di ranjang."
"Kedengaran jelas, tapi siapa sih yang nggak tahu malu begitu? Kalau mau begituan, kenapa nggak ke hotel saja? Jangan-jangan uangnya juga nggak cukup!" ucap wanita lain dengan ketus.
Hardy menutup mulut Susan, takut orang lain mendengarnya.
Sebenarnya Hardy cukup memiliki rasa moral, ini pertama kalinya dia melakukan hal seperti ini di tempat umum, kata-kata orang itu membuatnya merasa canggung.
Namun, hari ini memang tak terduga.
Setelah suara air di luar mereda, Hardy melepaskan tangannya dari mulut Susan. Melihat mata Susan yang sedikit berkaca-kaca, hatinya bergetar hebat.
"Sabar sedikit, kita

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link