Bab 154 Dialah yang Paling Bersalah pada Susan
Hardy mengantar Susan sampai ke depan pintu rumahnya. "Tante Nina akan segera sadar, dia nggak akan meninggalkanmu begitu saja."
Susan sebenarnya tidak terlalu senang melihat Hardy, tetapi saat ini, ucapan itu sedikit memberinya kekuatan. "Aku tahu. Aku masuk dulu."
Pandangan Hardy dipenuhi rasa enggan. "Istirahatlah lebih awal, jangan terlalu banyak berpikir. Kalau ada kabar apa pun, aku pasti akan memberitahumu."
Di tengah tatapan penuh rasa enggan, Susan menutup pintu.
Punggungnya bersandar pada daun pintu. Karena Nina, kebencian terhadap Wildan di hatinya makin dalam.
Namun, yang paling dia benci adalah orang yang telah menjebak Keluarga Kidarsa.
Jika suatu hari dia tahu siapa pelakunya, dia pasti akan membunuh orang itu!
Hardy berdiri sejenak di depan pintu sebelum akhirnya berbalik pergi.
Saat masuk ke dalam lift, Hardy menerima telepon dari Andri.
"Pak Hardy, data tentang perjudian Pak Wildan dulu sudah ditemukan. Sudah saya kirim ke email Anda," kata Andri, lalu terdiam sejenak

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link