Bab 158 Hanya Memesan Satu Kamar
Setelah semua urusan diatur dengan baik, suasana hati Hardy jauh lebih tenang. Keesokan paginya, dia menjemput Susan ke bandara.
Namun, begitu tiba, Hardy langsung melihat Jovan berdiri di depan pintu, sedang berbicara dengan Susan.
"Aku nggak tahu kapan akan kembali, jadi untuk sementara Cheria kupercayakan padamu. Aku sudah kirimkan kode rumahku padamu," pesan Susan.
Mendengar itu, Hardy seketika paham alasan Jovan datang, lalu nada suaranya mengandung cemburu. "Andri bisa datang setiap hari memberi makan kucingmu, nggak perlu repot menyuruh dia, 'kan?"
Susan meliriknya sekilas tanpa menanggapi Hardy.
Sementara itu, Jovan yang awalnya mengira Susan akan pergi untuk urusan kerja, begitu melihat Hardy di sana, langsung sadar bahwa Susan akan pergi bersama pria itu. Ini jelas tidak bisa dibiarkan!
Karena tidak akur dengan Hardy, Jovan segera berkata, "Susan, beberapa hari ini aku sedang sibuk, sebaiknya kamu cari orang lain saja."
Susan berkedip heran. Tadi dia begitu bersemangat menawa

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link