Bab 167 Berapa yang Kamu Inginkan?
Hati Hardy berdebar kencang.
Jika dia langsung menemui Wildan, mungkinkah pria itu akan mengungkap bahwa kejadian ini terkait dengan Keluarga Juwanta?
Seharusnya Wildan belum mengetahuinya, 'kan?
Namun, ketika mengurus pemakaman Wiliam dulu, Wildan pernah melihat asisten Tony.
Meski saat itu tidak menyadarinya, kini dia mungkin bisa menebak bahwa masalah ini berhubungan dengan Keluarga Juwanta.
Hati Hardy terasa sesak, dia benar-benar tidak tahu harus bagaimana.
Susan sepenuhnya fokus pada Wildan, sama sekali tidak menyadari keanehan sikap Hardy.
Justru Jovan yang menyadari pikiran Hardy yang tidak fokus, tapi dia tidak terlalu memikirkannya, hanya sekadar melirik singkat, lalu menoleh kembali pada Susan. "Susan, aku juga bisa membantumu dalam hal ini."
"Baiklah, kalau memang perlu, aku akan bilang padamu." Susan tidak menolak niat baik Jovan, lalu masuk ke kamar untuk mengemas barang-barangnya, bersiap kembali ke Kota Jinggara.
Hardy berdiri di pintu dan bertanya, "Susan, kamu nggak m

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link