Bab 188 Potong Saja Tangannya
Susan melemparkan bukti pertemuan mereka di depan Wildan. "Apa kamu nggak mau menjelaskan mengapa kamu pergi menemui Hardy?"
Melihat foto-foto itu, Wildan sempat terkejut, lalu diam seribu bahasa.
Susan juga tidak membiarkan Wildan begitu saja. Dia membalas tatapannya dan tersenyum sinis. "Karena Paman Wildan nggak mau bilang, jangan salahkan keponakanmu ini nggak sopan."
Dia sudah cukup bermurah hati pada Wildan.
Saat Susan berbalik, pria di belakangnya langsung mencengkeram leher Wildan, lalu menekannya ke atas meja dengan kasar, dan mengeluarkan pisau sambil menusukkannya dengan kejam ke meja.
Suara keras itu seolah-olah menusuk ke dalam tubuhnya.
Begitu melihat pisau itu, mata Wildan langsung dipenuhi ketakutan. "Susan, tenang dulu!"
"Kalau Paman Wildan ingin aku tenang, lebih baik ceritakan dulu apa yang sudah kamu lakukan. Kalau nggak, kamu akan kehilangan kedua tanganmu," kata Susan sambil tertawa kecil. "Kebetulan bisa bantu Paman Wildan berhenti dari kecanduan judi."
Keringat

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link