Bab 40 Sekarang Juga Kita Pergi ke Kantor Urusan Sipil untuk Bercerai.
Dia mengernyit. "Ada apa dengannya?"
"Pasien mengalami gangguan emosi setelah mendapat tekanan, lalu pingsan," ujar dokter sambil menyerahkan laporan pemeriksaan Susan padanya.
Mengingat tamparan keras yang baru saja diterimanya dari Susan, rasanya sulit percaya kalau dia bisa pingsan hanya karena "terlalu tertekan".
Hardy mendengus dingin. "Menurutku dia terlihat sangat baik-baik saja."
Dokter menggeleng tak setuju. "Pasien saat ini sedang hamil, perubahan emosi adalah hal yang wajar. Ditambah lagi, dia baru saja mengalami penculikan semalam. Tindakan yang tampak di luar kendali sepenuhnya bisa dimaklumi. Kalian sebaiknya jangan membuatnya terpancing emosi, agar nggak terjadi hal-hal yang lebih parah."
Hardy hanya menggumam pelan. Ketika menoleh ke arah Susan, dia mendapati bahwa wanita itu sudah membuka mata.
Susan berkedip, tubuhnya terasa sangat berat. Dia berusaha bersandar di kepala tempat tidur dan berkata dengan suara lemah dan datar, "Kita bercerai."
Nada Hardy menurun. "Masal

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link