Bab 23
"Sekarang, bukan saat yang tepat."
Simon tahu apa yang ingin dikatakan Satria.
Satria melirik adiknya yang masih tersenyum manis sambil duduk di kursi menikmati makanan penutup. "Bodoh sekali. Kalau sampai ditipu orang, dia mungkin nggak akan sadar."
"Dia benar-benar merasa keluarga kita sesusah itu?" Satria berharap Stella segera menyadarinya. "Sekarang, bukan saat yang tepat. Tapi, kalau bukan sekarang, kapan lagi?"
Satria tetap bersikeras. "Bukan karena aku peduli padanya, aku cuma nggak ingin terus berakting lagi. Aku bukan aktor yang berakting tiap hari."
Tiba-tiba, Simon tersenyum tipis sambil menatap Satria. "Jelas-jelas kamu sangat peduli pada Stella, 'kan?"
"Nggak." Satria membantah. "Aku cuma nggak ingin terus berakting. Toh, dia hanya seorang gadis, apa yang perlu disembunyikan? Bahkan kalau dia benar-benar sama seperti Linda, dia nggak akan menimbulkan masalah besar."
Terlebih lagi, Satria merasa Stella dan Linda pada dasarnya bukan tipe orang yang sama.
Kalau begitu, apa g

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link