Webfic
Buksan ang Webfix app para sa higit pang kahanga-hangang content

Bab 30

Hanya saja, Stella tidak mengerti kenapa Julio terus-menerus membantunya? Situasi tadi, Julio cukup menjadi penonton. Dia tidak perlu ikut campur sama sekali. Oh, yah! Julio adalah bosnya Simon! Stella menepuk kepalanya sendiri. Kenapa dia melupakan hal ini? Dengan Simon sebagai tangan kanan yang andal, pasti bosnya akan memihaknya. "Kamu takut, Stella?" seru Samuel seraya menyentuh wajahnya dengan tangan besar. Dia mengambil kesempatan itu mengusap wajahnya yang putih dan halus itu. Bahagia sekali. Dia menggeleng. "Nggak, cuma ... bosnya Kak Simon memang baik. Tadinya, aku kira dia tipe yang suka menindas orang miskin, tapi ternyata dia cukup manusiawi." "Kak Simon, biasanya bosmu sangat peduli dengan stafnya, 'kan?" Apa hubungan kalian sangat baik?" tanya Stella dengan serius. Pelipis Simon tampak menegang. Dia hanya mengangguk seadanya. "Kelak, kita harus berterima kasih padanya. Kalau utang budi nggak dibalas, lama-lama jadi masalah." Stella mendekat ke sisi Simon dengan perlahan,

Naka-lock na chapters

I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content

I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.