Bab 55
Bar Merlita.
Musik yang bergemuruh begitu keras hingga hampir memekakkan telinga. Cahaya berwarna-warni menyorot tubuh pria dan wanita dewasa yang sedang menenggak minuman, membuat suasana bar kian panas dan hiruk pikuk.
"Pelayan, ambilkan tiga wiski lagi."
Linda melambaikan tangannya ke arah bartender. Saat ini, wajahnya memerah. Terlihat jelas dia sedikit mabuk.
"Tapi, Nona, kamu sudah minum lima gelas. Apa ...."
Melihat kondisi Linda yang sudah mabuk, bartender ingin menasihatinya. Namun, sebelum dia berkata, Linda sudah memotongnya dengan nada kesal. Dia mengeluarkan sebuah kartu bank dari tasnya, lalu melemparkannya ke arah bartender.
"Berhenti banyak omong! Aku mau berapa, kasih saja berapa. Cepat gesek kartunya!"
Di pesta ulang tahun Stella tadi, Linda sudah dipermalukan habis-habisan hingga hatinya terasa sesak. Saat pulang, dia malah dijadikan pelampiasan amarah Sinta. Wajar jika perasaannya makin tertekan dan frustrasi.
Saat Jimmy dan Sinta sudah beristirahat tengah malam, Li

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link