Bab 62
Manajer tampak bingung. "Pak Julio, kamu tanya aku?"
Julio terdiam sejenak.
"Di sini, selain kita berdua, masih ada orang lain?"
"Pengaturanmu benar-benar bagus, romantis sekaligus megah. Aku yakin Nona Stella akan terharu!" Manajer itu sama sekali tidak pelit memberi pujian.
"Benarkah?"
Manajer itu mengangguk. "Benar, masa Nona Stella nggak terharu sama kamu?"
Julio tidak tahu di mana letak masalahnya. Namun, dia memastikan Stella sama sekali tidak merasa terharu.
Bukan hanya itu, sepertinya Stella bahkan ketakutan.
"Sudahlah, nggak apa-apa." Julio mengangkat tangannya. Dia tidak ingin berpikir lebih jauh.
Mungkin dia terlalu agresif dan terlalu berlebihan.
Sama seperti sikap Linda padanya. Julio ingin menjauh sejauh mungkin.
Kediaman Linggara.
"Kamu belakangan ini ke mana saja?"
Linda kembali. Sinta duduk di sofa dengan wajah muram, nada bicaranya pun tidak ramah.
Linda menggenggam sebuah kartu. "Bu, kejadian sebelumnya memang salahku, tapi ...."
"Tapi apa? Kamu bikin rumah ini beran

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link