Bab 77
"Aku hanya ingin bicara dengan Nona Stella. Kamu nggak perlu menolak begitu. Setelah aku selesai bicara, aku akan pergi."
Simon tetap tak bergeming. Dia menghalangi jalannya. "Orang secerdik kamu juga ada hari di mana nggak mengerti kata orang? Apa pun yang ingin kamu katakan, batalkan saja."
"Kami, termasuk Stella, nggak ada yang ingin dibicarakan denganmu."
Stella berlari mendekat dengan sandal jepit. "Tadi cuma kecelakaan, kamu pulanglah."
Lalu, Stella menarik Simon masuk ke halaman. Dia menutup gerbang dengan tegas. "Begitu sudah beres, 'kan?"
"Kecelakaan? Apa yang terjadi antara kalian?" tanya Simon. "Apa yang dia lakukan?"
Stella teringat ciuman yang tidak sengaja itu, lalu dia menggeleng. "Nggak apa-apa, cuma sedikit kecelakaan yang nggak penting. Sekarang sudah beres."
"Kamu dan Julio kenal sebelumnya?"
"Nggak kenal." Stella juga merasa bingung. Jelas-jelas mereka tidak kenal, kenapa Julio selalu terus menempel padanya?
Simon menundukkan kepalanya. Rasa curiganya pun bertambah.

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link