Bab 73
Di seberang jalan, sebuah Porsche Panamera berwarna merah muda terparkir dengan tenang.
Yena menyenggol lengan Esther. "Sekarang percaya, 'kan? Pria itu benar-benar teman baik Karin."
Esther memandangnya dengan senyum sinis. "Kamu mengkhianati dia begitu saja? Kudengar Keluarga Zoldik sangat puas denganmu."
Yena mencibir dan berkata dengan nada merendahkan, "Hanya Keluarga Zoldik saja, mereka pikir aku nggak tahu niat mereka? Mereka hanya ingin naik derajat. Aku hanya main-bermain saja, anggap saja seperti memelihara ikan! Kamu kan tahu, ayahku paling menyukai Keluarga Willis."
Esther tanpa ragu menyadarkannya. "Keluarga Willis itu berkarier di dunia politik. Kakakku sudah bilang, orang dari dunia politik nggak memandang kalangan pebisnis. Keluarga seperti kita, paling hanya bisa menikah dengan yang sepadan atau sedikit lebih baik. Tapi kalau berharap menembus kelas sosial, itu mustahil."
Yena menghela napas, matanya penuh harapan. "Andai saja bisa menarik perhatian kepala Keluarga Wil

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link