Bab 397
Serina bahkan tidak berhenti, hanya berkata dengan tenang, "Nggak, menurutku hanya membuang-buang waktu untuk datang ke sini hari ini."
Melihat tak ada ekspresi sedih di wajahnya, Sandara akhirnya menghela napas lega.
Saat dia hendak berbicara, sosok Aldi tiba-tiba muncul di hadapan mereka berdua.
"Apa kamu baik-baik saja?"
Serina mengangguk, "Ya, aku hanya sedikit lapar."
"Aku ajak kamu pergi makan malam."
"Oke."
Aldi mengangguk sedikit ke arah Sandara, lalu pergi dengan menggandeng Serina.
Setelah masuk ke dalam mobil, Aldi menoleh ke arahnya.
"Kalau kamu sedih, kamu boleh katakan."
Serina menoleh dan melihat kekhawatiran di matanya, Serina tidak bisa menahan senyum.
"Aku baik-baik saja. Aku nggak peduli lagi dengan Keluarga Drajat."
Dia sudah lama kecewa dengan Keluarga Drajat, jadi apa pun yang mereka lakukan sekarang tidak akan memengaruhinya.
"Hmm, apa yang ingin kamu makan malam ini?"
"Steik saja. Aku sudah lama nggak makan makanan Barat."
"Oke."
Aldi menyalakan mobilnya dan mel

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link