Webfic
Buksan ang Webfix app para sa higit pang kahanga-hangang content

Bab 403

Melihat Melisa mengangkat tangan untuk memukulnya, mata Serina menjadi dingin dan mundur dua langkah untuk menghindari tamparan itu. "Bu Melisa, dia terjatuh sendiri, aku hanya antar dia ke rumah sakit." Mata Melisa dingin, "Kamu dari dulu iri sama Merina, pasti kamu yang mendorongnya sampai dia terjatuh!" Serina tidak mau repot-repot berbicara dengannya lagi, lagi pula apa pun yang dia katakan hanya seperti sedang berdalih bagi Melisa. Melihat ekspresinya yang acuh tak acuh, Melisa menjadi semakin marah, "Kamu benar-benar nggak pantas jadi manusia. Kamu lakukan ini pada adikmu yang sedang hamil. Aku sangat menyesal waktu itu nggak mencekikmu sampai mati!" Begitu dia selesai berbicara, suara dingin terdengar tidak jauh. "Bu Melisa, coba katakan lagi!" Saat dia berbalik dan melihat itu adalah Aldi, Melisa merasakan jantungnya berdetak kencang dan merasa sedikit takut. Namun, kemudian dia teringat bahwa Serina adalah putrinya jadi dia langsung merasa percaya diri. "Pak Aldi, aku sedang m

Naka-lock na chapters

I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content

I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.