Bab 29
Xena terdiam.
Kenapa rasanya dia seperti alat untuk orang lain?
Yuda sepertinya tahu apa yang ada di pikirannya, "Yang jadi alat itu aku."
Xena merasa sangat tidak enak hati, "Yuda..."
"Kalaupun aku hanya menjadi alat, aku tetap rela," Yuda segera menyatakan sikapnya.
Xena menghela napas panjang. "Kamu akan selalu menjadi teman baikku."
Itu adalah cara halus Xena untuk menyampaikan maksudnya.
Tatapan Yuda pun menjadi redup.
Sandy berdiri di tepi jalan, memperhatikan Xena masuk ke mobil Yuda.
Wina berdiri di pinggir jalan, lalu mengacungkan jari tengah ke arah Sandy.
Sandy mengerutkan alisnya.
Namun, dia tidak mempermasalahkan hal itu.
Dia membukakan pintu mobil untuk Yumna.
Yumna membungkuk sedikit dan masuk ke dalam mobil.
Setelah melihat mobil Yuda pergi, barulah Sandy masuk ke mobilnya.
Ekspresi wajah Sandy tampak dingin dan suram.
Tangannya yang menggenggam setir mencengkeram begitu erat hingga urat-urat di punggung tangannya terlihat menonjol.
Yumna memperhatikan wajahnya yang tid

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link