Bab 90
"Kamu nggak suka bunga mawar?" Dia menatap Xena. "Apakah aku membuatmu takut?"
Xena memberinya tatapan masam.
"Ini ide dari Wina," jelas Yuda buru-buru.
Xena menghela napas lelah.
"Kamu percaya dia begitu saja?" Xena memegang dahinya. "Cepat bawa pergi semuanya."
Yuda tampak terluka. Dia tidak menyangka Xena semuak ini saat melihatnya. Xena muak dengan bunga yang dibawakan atau dengan dirinya?
Xena tidak bermaksud menyakiti hatinya. "Wina mungkin mau bercanda, tapi kamu anggap dia serius. Aku belum menjadi pengacara tetap selama bekerja di sini. Kalau orang-orang menertawakan aku ..."
"Nggak ada yang menertawakanmu. Aku ke sini membawa pekerjaan untukmu," sela Yuda. "Aku memecat staf hukum perusahaan kami dan ingin memperkerjakan pengacara firma hukum kalian untuk menggantikannya."
Xena terdiam.
Wajah Yuda makin serius. "Xena, aku tahu kalau tipemu mungkin bukan aku, tapi aku benar-benar menyukaimu. Aku melakukan semua ini atas kemauanku sendiri. Aku tahu kamu baru bergabung dengan fir

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link