Webfic
Buksan ang Webfix app para sa higit pang kahanga-hangang content

Bab 13

"Mama jahat!" "Mama Selvi jahat!" Rovan dan Ryan berteriak sambil menunjuknya. Selvi masuk dari balkon, dan ketika sampai di depan Johan, matanya sudah merah karena menangis. "Johan, aku nggak menyangka Rovan dan Ryan akan menuduhku seperti ini. Bagaimana mungkin aku memukul mereka?" kata Selvi sambil menggigit bibirnya. Johan ragu sejenak, kemudian bertanya, "Teruskan, bagaimana sebenarnya kejadiannya?" "Rovan dan Ryan nggak mau pergi ke sekolah. Aku mencoba membujuk mereka, tapi mereka malah menampar wajah mereka sendiri. Mereka pikir kalau mereka terluka, pasti kamu akan membiarkan mereka tetap di rumah," jelas Selvi dengan mata merah dan berkaca-kaca. "Aku nggak memberitahumu sebelumnya karena nggak mau membuatmu khawatir, tapi ternyata Rovan dan Ryan melakukan itu untuk membalasku ... " Selvi tidak melanjutkan kalimatnya, tetapi wajahnya yang memelas sudah cukup menjelaskan segalanya. Johan menatap Rovan dan Ryan dengan marah. "Kalian benar-benar mencoba menuduh Tante Selvi? Dia h

Naka-lock na chapters

I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content

I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.