Bab 16
"Johan, jangan buru-buru! Ryan itu cuma terlalu nakal, dia sendiri yang makan sisa minyak panas yang baru diangkat dari wajan, makanya jadi begini ... "
Namun sebelum Selvi sempat menyelesaikan kalimatnya, Johan langsung mencengkeram lehernya dan menekannya kuat-kuat. Matanya dipenuhi kemarahan.
"Berapa lama lagi kamu mau membohongi aku!? Selvi, aku mempercayakan rumah ini padamu, begini caramu merawat Rovan dan Ryan? Kamu nggak pernah menjemput atau mengantar mereka ke sekolah, nggak memberi mereka makan, bahkan diam-diam memukul mereka saat aku nggak ada! Rovan dan Ryan masih sekecil itu, dan kamu sudah menyiksa mereka sampai seperti ini!"
Johan semakin menguatkan cengkeramannya. Selvi menatapnya dengan wajah terkejut dan tidak menyangka Johan sudah mengetahui semuanya. Secara refleks, dia mencoba membela diri.
"Bukan begitu, Johan ... "
Namun yang dia dapat hanya sikap yang lebih dingin. Selvi merasa rahangnya hampir patah, sementara suara Johan terdengar sedingin es.
"Bukan begitu?

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link