Bab 98
Ketika merasakan tatapan Willy, Jane merasa hatinya bergetar hebat, detak jantungnya tak terkendali makin cepat.
Bibir merahnya sedikit terbuka, lalu dia menjelaskan, "Hubungan kita saat ini ... semuanya hanya sandiwara. Gelang warisan keluarga ini nggak bisa dengan mudah diberikan padaku."
Sandiwara?
Mata Willy sedikit menggelap, ada emosi samar yang melintas sekilas di dalamnya.
Namun, dia sudah terjerat terlalu dalam. Di hatinya, hanya ada Jane, dan dia tidak bisa menerima wanita lain.
Nada suaranya kembali dingin, "Terimalah, Jane. Kalau sudah diberikan padamu, nggak ada alasan untuk ambil kembali."
"Tapi, ini warisan keluarga ...." Jane bersikeras secara refleks.
Namun, Willy sudah meletakkan kedua tangannya di sisi tubuh Jane, menekan wastafel, membuat Jane terperangkap di dalam lingkup tubuhnya.
Cahaya dari atas menerangi wajahnya, menciptakan bayangan samar yang membuat auranya makin kuat dan mendalam.
Jane tiba-tiba kehilangan kata-kata, jari-jarinya menegang karena gugup, men

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link