Webfic
Buksan ang Webfix app para sa higit pang kahanga-hangang content

Bab 1945

Ghazi menampar wajah Wirdo seraya mengutuk, "Apa kamu nggak bisa bicara bahasa manusia?" "Kak Ghazi, Kak Ghazi, aku salah." Wirdo menunduk dan tidak berani berbicara lagi. Ghazi melontarkan niat membunuh di matanya, kemudian berteriak, "Nggak peduli apa pun, kalau anakku meninggal, anak Leonard juga nggak bisa hidup lagi. Dia harus mati!" "Tapi dia adalah anak Pak Leonard. Kak Ghazi, kalau kamu memprovokasi beliau, kita semua akan tamat." "Huh, kenapa, kamu nggak berani, ya?" Ghazi meraih pakaian Wirdo dan berkata, "Biar kuberi tahu saja, aku punya bukti kejahatanmu di tanganku. Kita berada di kapal yang sama sekarang. Kalau kamu berani memberitahuku tentang masalah ini, aku nggak akan melepaskanmu begitu saja." "Aku ... Kak Ghazi, bagaimana mungkin aku berani mengkhianatimu?" sahut Wirdo mengeluh berulang kali di dalam hatinya. Dia awalnya ingin menjadi saudara yang baik dengan Ghazi. Bahkan dia memiliki ide untuk menjadi saudara angkat dan bergandengan tangan untuk menghasilkan uang.

Naka-lock na chapters

I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content

I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.