Webfic
Open the Webfic App to read more wonderful content

Bab 16

Otak James mendadak terasa kosong, rasanya seperti ada yang meledak. Kemasan bahan bakar. Kamar Luna. James ingat, malam itu Luna mengatakan bahwa dia takut dan ingin tetap tinggal. Camelia berkata, "Kamar tamu ada di bagian paling belakang lantai pertama. Seprai dan selimutnya bersih. Silakan menginap kalau kamu mau." Camelia begitu tenang dan acuh tak acuh. Saat itu, James mengira bahwa Camelia telah berubah dan menjadi lebih bijaksana. Kalau dipikir-pikir lagi sekarang, itu sama sekali bukan tindakan yang bijaksana. Itu adalah pertanda bahwa hati Camelia telah mati rasa. Tidak ada kesedihan yang lebih besar daripada patah hati. "Lalu ...." Suara asisten itu makin merendah. "Mengenai insiden di balkon .... Kami juga sudah menanyakan kepada beberapa pelayan yang ada di sana saat itu. Beberapa mengatakan mereka melihat Nona Luna mendekati Nona Camelia terlebih dahulu, lalu mereka berdua bertukar beberapa kata sebelum Nona Luna tiba-tiba mengulurkan tangan dan mendorong Nona Camelia ...

Locked chapters

Download the Webfic App to unlock even more exciting content

Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.