Bab 9
James mencengkeram ponselnya dengan erat. Dia berdiri di bawah lampu koridor rumah sakit yang pucat, terus memutar nomor yang sudah dia hafal di luar kepala itu.
"Maaf, nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif ...."
"Maaf, nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif ...."
Suara operator wanita yang dingin terdengar seperti vonis paling kejam, menghantam gendang telinga James berulang kali.
Dia mematikan sambungan dengan gelisah. Dia menelepon lagi, mematikan lagi, lalu menelepon lagi.
Jari-jarinya bergetar karena menekan layar terlalu kuat. Di punggung tangannya masih tersisa luka goresan kaca, bekas lampu kristal yang terjatuh sebelumnya, yang kini sudah mulai mengering.
James ingin menjelaskan.
Dia ingin mengatakan pada Camelia bahwa di saat genting di balkon itu, Luna berdiri lebih dekat dengannya. Tangan wanita itu terulur padanya, lalu tindakannya saat itu hanyalah insting belaka, sebuah reaksi spontan.
Begitu tersadar dan hendak meraih Camelia, wanita itu sudah melepaskan pegangannya,

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link