Bab 15
Setiap hari, Alice menerima berbagai macam kiriman.
Kadang seikat bunga iris ungu segar, masih bertetes embun. Di kartu kecilnya tidak ada nama, hanya tercetak satu baris puisi: "Melihat keindahan ini, bagaimana mungkin hati tidak gembira?"
Kadang undangan lelang pribadi dari galeri papan atas. Di katalog karya yang disertakan, sebuah giok kuno yang sempat dia pandangi lebih lama sengaja dilipat di sudut halamannya.
Kadang isinya adalah resep jamu makanan obat untuk merawat pencernaan, dipadukan dengan bahan-bahan pilihan dari daerah asalnya, bahkan dilengkapi petunjuk rebusan yang sangat rinci.
Kadang malah hanya selembar kartu tulisan tangan, goresannya tajam dan berantakan, jelas tulisan Dicky, tapi isinya canggung dan lucu, [Hari ini hujan, jangan sampai kedinginan.], [Ikan sungai sifatnya dingin, jangan makan kebanyakan.]
Reaksi Alice selalu sama.
Dia tidak pernah membukanya.
Bunga segar diletakkan begitu saja di depan pintu penginapan, dibiarkan terkena panas dan hujan sampai lay

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link