Bab 21
Diana juga berhenti melangkah, menatap Gilang.
Di bawah sinar bulan, wajah pemuda itu tampak bersih dan tulus.
Jika Diana di kehidupan sebelumnya, mungkin akan tersentuh, kebingungan, bahkan merasa tersanjung karena "disukai" seperti itu, lalu dengan gugup menerima atau menolak.
Namun, sekarang, hatinya seperti permukaan danau yang tenang, sulit lagi untuk bergejolak.
"Gilang, terima kasih." Suara Diana lembut, tetapi terasa jarak yang jelas. "Kamu orang yang baik, ngobrol denganmu menyenangkan. Tapi, aku nggak ingin menjalin hubungan sekarang."
Dia terdiam sejenak, menatap siluet perpustakaan yang samar di kejauhan, dan langit malam yang lebih jauh dan dalam.
"Sekarang aku hanya ingin belajar sungguh-sungguh, menulis, menebus waktu yang dulu terbuang, dan menapaki jalan yang kuinginkan, setahap demi setahap."
"Urusan asmara, belum masuk rencanaku untuk sementara."
Cahaya di mata Gilang meredup sejenak, tetapi segera menyala lagi.
"Nggak apa-apa, aku bisa menunggu. Menunggu sampai kamu

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link