Webfic
Open the Webfic App to read more wonderful content

Bab 22

Satu botol habis dengan cepat. Yanto meraih botol kedua dan terus menenggak. Alkohol segera menyerang, segala sesuatu di hadapannya mulai berputar, kabur. Namun, gambaran-gambaran di kepalanya justru semakin jelas. Wajah Diana dan pemuda itu yang saling tersenyum. Sikap Diana saat menerima segelas air itu yang begitu alami. Diana ... yang bukan lagi miliknya. "Aah!" Dia menggeram pelan, lalu menghantamkan botol kosong itu ke lantai dengan keras! Suara kaca pecah yang renyah terdengar di kamar yang sunyi. Dia terkulai di lantai, bersandar pada dinding yang dingin, menatap serpihan kaca berserakan dan cairan minuman berbau tajam yang mengalir di lantai. Lalu, seolah tiba-tiba teringat sesuatu, dia merangkak ke kepala tempat tidur, meraih telepon putar tua itu. Jari-jarinya gemetar hebat, beberapa kali salah tekan sebelum berhasil menekan nomor yang sudah dia hafal betul tetapi tidak pernah dia hubungi sendiri. Nomor telepon umum di pekarangan tempat Diana menyewa rumah. Telepon itu berde

Locked chapters

Download the Webfic App to unlock even more exciting content

Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.