Webfic
Open the Webfic App to read more wonderful content

Bab 10

Setelah Yanne pergi, Jensen tinggal sendirian dan entah berapa lama dia berdiam di rumah duka. Dengan pikiran kosong, dia menyimpan ponselnya, lalu berjalan menyusuri jalanan tanpa tujuan. Saat akhirnya tersadar kembali, dia sudah berdiri di bawah gedung rumah lama. Dia mendongak, pintu dan jendela yang dikenalnya kini telah tampak usang. Dia ingat, dulu Nindya paling suka menunggunya pulang di sana. Namun sekarang, dia tidak akan pernah muncul lagi. Jensen menaiki tangga menuju rumah lama. Di dalam rumah, para tukang masih sedang bekerja. Ruangan itu berantakan, sama sekali tidak terlihat lagi jejak kehidupan mereka dulu. Barang-barang lama ditumpuk di sudut ruangan. Di sana ada lampu kesukaan Nindya, perabot yang mereka pilih bersama, juga peralatan makan yang pernah mereka gunakan bersama. Mata Jensen dipenuhi kesedihan, pandangannya jatuh pada sebuah lukisan cat air yang ternoda lumpur. Lukisan itu dibuat oleh Nindya. Itu adalah hadiah ulang tahunnya yang ke-18. Di dalam lukisan, k

Locked chapters

Download the Webfic App to unlock even more exciting content

Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.