Bab 13
Saat sang pembantu memberanikan diri membuka pintu dengan tangan gemetar, Reza sempat menoleh ke arah asistennya dan berujar pelan namun dingin, "Cari beberapa orang asing untukku."
Tak lama kemudian, Cyntia melangkah masuk.
Riasannya dibuat sangat natural, bibir berkilau lembap, sudut mata diberi kilap tipis, menampilkan kesan rapuh, lembut, dan tak berbahaya.
"Dokter ... " Cyntia sama sekali tidak menyadari perubahan atmosfer di ruangan itu.
Membayangkan rencananya yang hampir berhasil membuat detak jantungnya semakin cepat, namun wajahnya tetap dipenuhi ekspresi tertahan dan sendu. Dengan suara bergetar, dia berkata, "Setelah kamu menolakku semalam, aku introspeksi diri cukup lama."
"Hubunganmu dan Kak Nara sudah terjalin begitu lama. Mana mungkin aku bisa masuk begitu saja? Semua ini hanya khayalanku sendiri. Aku seharusnya nggak mengganggumu. Aku benar-benar tulus mendoakan agar kamu dan Kak Nara selalu bersama, sampai tua nanti."
"Jadi ... " Dia mengangkat gelas anggur merah di t

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link