Bab 8
Keesokan harinya, Jenny pun sadar.
Dia bahkan tidak menanyakan keadaanku sepatah kata pun, sama sekali tidak peduli apakah aku hidup atau mati.
Kiara mengajukan izin cuti ke kampus dan merawatnya di sana. Sejak itu, dia tidak pernah lagi datang menjengukku.
Kondisi Jenny lebih ringan dibandingkan aku, sehingga dia keluar dari rumah sakit lebih dulu.
Dari jendela bangsal, aku melihat Kiara menopangnya keluar dari rumah sakit. Siapa pun yang melihat pasti akan mengira mereka adalah sepasang kakak adik dengan hubungan yang sangat baik.
Namun, hanya aku yang tahu, Kiara menyimpan perasaan yang tidak murni terhadap Jenny.
Aku tidak boleh mengungkapkan semua ini kepada Jenny. Itu juga merupakan salah satu syarat dalam kesepakatanku dengan Kiara.
Gadis itu sangat tidak sabaran. Setiap dua tiga hari sekali, dia mendesakku agar segera bercerai.
Aku dibuatnya kesal oleh ocehannya, sehingga terpaksa mempercepat pengurusan perceraian.
Saat perjanjian cerai diserahkan ke tangan Jenny, dia tampak be

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link