Bab 7
Seluruh tubuhku terasa sakit seolah-olah baru saja dilindas truk besar. Dengan susah payah, aku membuka kelopak mata yang berat dan mendapati diriku terbaring di ranjang rumah sakit.
"Kak Jodi, akhirnya kamu sadar!"
"Kiara? Hiss ... " Tangan kananku sangat sakit.
Dengan wajah penuh kekhawatiran, Kiara segera menahanku agar tidak bangun.
Dia mengambil kapas yang dibasahi air, dengan gerakan lembut membasahi bibirku yang kering.
Hatiku terasa penuh sesak, terharu oleh perhatian dan kelembutannya.
Mengingat kecelakaan mobil itu, aku tidak bisa menahan diri untuk memaki Jenny dalam hati.
Wanita bodoh itu, ingin mati sendiri tapi malah menyeretku ikut celaka.
Hanya menakut-nakutinya sedikit saja, apa perlu dia bereaksi sebegitu gilanya?
"Kak Jodi tenang saja, kamu nggak apa-apa, hanya luka ringan di kepala dan lengan. Yang aku khawatirkan itu Kak Jenny, dia belum sadar."
Kiara menunduk, wajahnya penuh kecemasan, suaranya bergetar seperti hendak menangis saat menyebut Jenny.
Aku menahan rasa

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link