Bab 6
Setiap kali aku mengirim pesan pada Kiara, dia selalu bilang baru mulai kuliah, sangat sibuk, tidak punya waktu untuk bertemu denganku.
Awalnya, aku percaya pada alasannya, tetapi setelah berkali-kali ditolak, perlahan muncul kecurigaan di hatiku.
Barangkali tidak punya waktu hanyalah alasan, apakah dia sudah punya pacar?
Memikirkan hal itu, hatiku terasa gelisah dan tidak tenang untuk waktu yang lama.
Karena tidak berhasil mengajaknya bertemu, aku mencoba meminta orang lain untuk mengundangnya.
Suatu akhir pekan, istriku kebetulan ada di rumah. Aku memanfaatkan kesempatan ini dan mengusulkan agar dia mengundang Kiara datang bermain ke rumah.
Istriku setuju, dan benar saja, begitu dia mengundang, Kiara segera datang.
"Kak Jenny!"
Begitu bertemu, Kiara langsung melompat memeluk istriku, menggesek-gesek manja, terlihat betapa dia menyukai istriku.
Jarak sejak pertemuan terakhir kami sudah satu setengah bulan.
Aku berdiri di pintu sambil mengamati Kiara dengan tenang, menyadari dia makin

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link