Bab 19
Setelah mengurus masalah Tika di rumah sakit jiwa, Andrew dan Justin sibuk di kantor selama sebulan.
Selama periode itu, setiap hari mereka mengirim orang untuk memantau kondisi Clarice di rumah sakit. Memeriksa grafik jantung di ruang ICU, menghubungi semua jaringan yang ada untuk memantau keadaan Clarice.
Setelah kontrak proyek terakhir selesai, mereka langsung bergegas ke rumah sakit tanpa sempat ganti jas.
Begitu memasuki lobi, mereka melihat puluhan panggilan tidak terjawab di ponsel, semuanya dari perawat.
Mereka langsung merasa ada yang tidak beres, keringat dingin membasahi tubuh.
Saat tergopoh-gopoh menuju ruang ICU, para perawat terlihat panik memeriksa setiap kamar. Kepanikan tidak bisa disembunyikan di wajah mereka.
"Ada apa! Apa yang terjadi!" Andrew mempercepat langkah, bergegas ke depan.
"Pak Andrew, Pak Justin ... maaf, kami juga nggak tahu apa yang terjadi. Saat mengambil cairan infus beberapa menit saja, Nona Clarice tiba-tiba menghilang ...."
Wajah perawat muda itu m

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link